Beranda › Artikel

Apakah IT terancam AI?

Ironisnya, bidang yang paling banyak membangun AI juga yang paling langsung merasakannya. Tapi bukan berarti profesi ini hilang — melainkan berubah bentuk lebih cepat dari yang lain.

1 Agustus 2026 · Bacaan 6 menit

IT punya posisi yang paradoks: ia adalah bidang yang paling memahami AI, paling cepat mengadopsinya — dan sekaligus yang paling langsung terkena dampaknya pada level tertentu.

Yang penting untuk dipahami adalah bukan apakah IT "aman", melainkan bagian mana dari IT yang berubah dan ke arah mana.

Bagian yang paling cepat terkikis

Ironisnya, ini adalah tugas yang selama ini mengisi bulan-bulan pertama seorang junior developer — cara mereka "belajar dengan tangan". Ketika AI mengambil alih tugas itu, junior developer yang tidak aktif mendorong dirinya ke kompleksitas yang lebih tinggi akan terjebak di pekerjaan yang nilainya terus turun.

Bagian yang justru menguat

AI tidak mengurangi kebutuhan akan engineer yang berpikir — ia mengurangi kebutuhan akan engineer yang hanya mengetik.

Masalah sebenarnya: jalur junior semakin berat

Dulu, junior developer bisa masuk dengan hanya tahu cara menulis kode yang berjalan. Belajar arsitektur dan pemikiran sistem datang secara alami setelah bertahun-tahun mengerjakan task yang lebih kecil.

Sekarang, harapan terhadap junior developer naik — karena bagian mekanisnya sudah bisa dikerjakan AI. Perusahaan tidak lagi butuh banyak junior untuk mengerjakan pekerjaan rutin; mereka butuh orang yang dari awal sudah bisa berpikir pada level sistem dan produk. Ini mengubah cara mempersiapkan diri.

Kalau Anda atau anak Anda tetap mengambil jurusan IT

IT masih salah satu pilihan yang paling relevan — justru karena bidang ini berada di pusat perubahan, bukan di pinggirannya. Yang perlu berubah adalah bagaimana menjalaninya:

  1. Berpikirlah sistem, bukan hanya sintaks. Bisa menulis kode yang berjalan adalah titik masuk, bukan tujuan. Yang membedakan engineer bernilai tinggi adalah kemampuan memutuskan apa yang harus dibangun dan mengapa.
  2. Pelajari cara kerja AI, bukan hanya cara memakainya. Memahami bagaimana model belajar, di mana ia gagal, dan bagaimana ia bisa diintegrasikan ke dalam produk adalah keterampilan yang akan terus naik nilainya.
  3. Investasikan di komunikasi lintas fungsi. Engineer yang bisa bicara dengan tim produk, desain, dan bisnis adalah aset yang jauh lebih sulit diisi AI daripada yang hanya bicara dengan kompiler.
  4. Spesialisasi di area dengan kompleksitas tinggi. Keamanan, infrastruktur skala besar, computer vision, atau sistem real-time — area di mana kesalahan mahal dan konteksnya kompleks.

Pertanyaan yang lebih menentukan

IT adalah bidang yang berubah sangat cepat — apa yang relevan hari ini bisa usang dalam tiga tahun. Sebelum bertanya apakah jurusan ini aman, tanyakan: apakah anak Anda menikmati proses belajar terus menerus dan senang dengan kompleksitas yang tidak pernah benar-benar selesai? Itu lebih menentukan dari nama jurusannya.

Ringkasnya

Lanjut baca

Apakah marketing terancam AI?

Bagian produksinya sudah berubah drastis — yang tersisa menuntut sesuatu yang berbeda.

Jurusan kuliah yang tidak bisa digantikan AI

Gambaran lengkap rumpun jurusan yang lebih tahan, dan cara menyaringnya.

Sebelum memilih jurusan

Test Bakat Minat

3 kali tes berbasis RIASEC, lengkap dengan rekomendasi jurusan dan universitas di 11 negara — supaya pilihannya tidak hanya tahan, tapi cocok.

Rp990rb
Lihat detail tes →